Leave a comment

Gambaran Coating (seam seal part 2)

laminasi dan coating tidak hanya sesuatu yang rumit tetapi juga mengalami penggabungan penggabungan beberapa bentuk. karena waterproof breathable bertujuan untuk melindungi, maka jaket pun dibuat dengan beberapa lapisan, baik melalui model laminasi ataupun model coating (laminasi dan coating sudah dijelaskan pada postingan sebelumnya).
teman-teman tentu ngga asing lagi dengan jaket 2 atau 3 layer, banyak seller di pasar oanc, ataupun di fesbuk yg menawarkan jaket dengan 2 layer, ataupun 3 layer, disini teman-teman harus memahami apa perbedaan layer-layer tersebut, mana yg lebih unggul, dan mana yg harganya sesuai dengan kantong , kadang juga meskipun tidak disebutkan layernya, tapi dari spec waterproof breathable jaketnya, kita jadi tahu layernya, nah disini dengan keterbatasan saya, saya akn coba mendeskripsikan apa itu 2 layer, 2,5 layer, ataupun 3 layer.

a. 2 layer

1.1

jaket 2 layer umumnya adalah jaket waterproof breathable yg harganya paling murah, mudah dijangkau untuk dibeli. kontruksi dari jaket 2 layer ini adalah dimana membran waterproof digabungkan menjadi satu di bagian dalam kain jaket terluar. untuk melindungi coating ataupun laminasi jaket 2 layer ini, maka ditambahkanlah kain yg dijahit tersendiri (tidak menyatu dengan laminasi ataupun coating), karena dijahit sendiri maka kain ini sering seperti seolah – olah akan terlepas dari jaket  karena toh kain ini ga mungkin jika disatukan dengan laminasi ataupun coating, biasanya kain ini berbentuk jaring-jaring ataupun kita biasanya menyebutnya dengan puring. jadi hampir dipastikan jaket yg memakai lapisan dalam tambahan yg tidak menjadi satu dengan laminasi/coating, maka dapat dipastikan jaket tersebut 2 layer.

b. 2,5 layer
2.2

jaket 2,5 layer identik dengan jaket ringan, packingan kecil. produsen pembuat jaket 2,5 layer menggunakan kain yang tipis dan ringan dengan coating ataupun laminasi berada di belakangnya. lapisan dalamnya lebih mengkilap daripada kain aktual nya (kain bag luar), lapisan dalam biasanya berupa serangkaian corak berupa pola titik, pola grid atau hamburan resin yang berguna untuk melindungi coating atapun laminasi agar tidak terkikis. 2,5 layer adalah pilihan jaket terbaik jika berat menjadi faktor utama, bisa juga menjadi gear darurat dalam sebuah packingan tas karena beratnya yang ringan dan packingnya yg kecil. satu lagi, jika ketahan laminasi atau coating terhadap kikisan bukan faktor yang utama, maka jaket (2,5 layer) ini merupakan pilihan yang baik.

c. jaket 3 layer
3.3

Jaket 3 layer menawarkan keawetan namun memiliki berat yang ringan. tidak ada coating dalam jaket 3 layer, semua jaket 3 layer menggunakan metode laminasi. jaket 3 layer dibuat dengan analogi sandwich, laminasi dijepit dengan kain luar serta kain dalam dari produsen pembuat jaket, kain luar sendiri terdapat berbagai macam ketebalan, hal ini tidak lain karena jaket 3 layer dipersiapkan untuk perlakuan yang kurang lembut dan cenderung kasar. jaket 3 layer menawarkan breathable yang tinggi, daya tahan yang tinggi, serta berat yang ringan, sehingga cocok untuk pendaki serius yang mengalami aktifitas berat di gunung maupun hutan. karena kemampuan jaket 3 layer tersebut, maka jaket 3 layer cenderung lebih mahal harganya daripada jaket dengan layer di bawahnya. scr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: